- See more at: http://cavalierjuhik.blogspot.com/2012/05/memasang-slide-out-egg-sosial.html#.VK0mgPmfgrc

Selasa, 24 November 2015

Sederhana itu indah

Rumah yang tidak terlalu besar dengan prabotan yang sesuai kebutuhan, suasana pedesaan jauh dari keramaian menambah nilai tersendiri. Aku berkunjung kedaerah dimana abahku (sebutan untuk bapakku) di besarkan, aku merasa nyaman tinggal disini walaupun hanya sehari, saat aku tiba mereka menyambutku dengan baik betapa bahagia diriku aku tak menyangka mempunyai banyak keluarga di seluruh penjuru tanah Jawa. Menjadi keuntungan tersendiri ketika kita ingin berpergian kesuatu daerah kita bisa singgah disana, rumah sederhana ini mengingatkanku akan sosok orang tua yang begitu sayang dengan anak-anaknya. Orang tua tidak akan bosan mengingatkan anaknya untuk melakukan kebaikan, seperti orang tuaku yang tak pernah bosan mengingatkanku untuk sholat, sederhana tapi memiliki makna yang besar, saya pernah mendengar jika sholatmu benar maka pekerjaanmu juga akan benar. Sederhana bukan berarti miskin, sederhana bukan berarti tidak memiliki, tapi sederhana itu sesuai kebutuhan dan tidak berlebih lebihan.

Demi Cinta

Seorang remaja berumur 19 tahun dengan tinggi 168 cm, duduk dengan gelisah saat itu waktu menunjukan pukul 23.15 kereta yang ia tumpangi terlihat sepi, semua orang mulai terlelap sehingga hanya suara roda yang bergesekan dengan rel kereta yang ia dengar. Sudah setengah perjalanan yang ia lewati tapi dia tetap tidak bisa menidurkan dirinya, ia paham dan ini biasa terjadi jika ia sudah naik kereta. Tujuannya suatu tempat yang tak pernah ia datangi, Cikarang ya itulah tempat yang ia tuju sekarang, tempat sang buah hati menetap, ia ingin bertemu dengan sang kekasih walau tempatnya asing baginya itu tak masalah, yang menjadi masalah jika tak bertemu sang pujaan hati. Lemah Abang stasiun tujuannya sudah terlihat didepan, waktunya untuk turun dan melanjutkan

Selasa, 09 Juni 2015

RENUNGAN DIRI


Pendidikan Agama Islam (PAI) satu program studi yang saya ikuti saat ini, ntah mengapa kegelisahan datang saat saya memikirkan program studi yang saya ikuti, bukan karena ada unsur liberalisme bukan, justru jikalau soal liberalisme disini lah tempat yang paling aman dan jauh dari itu semua. Mengapa saya bisa berbicara dengan keyakinan yang sangat besar seperti ini, karena kampus yang menjadi tempat saya belajar adalah Universitas Darussalam Gontor yang mana Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. seorang yang paling memerangi liberalisme menjadi wakil rektor pertama di kampus ini, salah satu karyanya ialah MISYKAT yang sangat mengkritisi pemikiran-pemikiran liberalisme.
Gelisah yang tak kunjung hilang, pertanyaan dari diri sendiri yang tak kunjung bisa terjawab, menjadi beban tersendiri bagi
pundak yang rapuh. Apakah saya bisa menjawab pertanyaan orang-orang kelak mengenai agama islam?apakah saya sudah lebih baik dari pada mereka?, setelah mengikuti ujian akhir semester saya baru menyadari bahwa memang saya belum siap untuk itu semua.

Jumat, 16 Januari 2015

Membangun Etika Bisnis Ala Sufi

TASAWUF DAN BISNIS
Wilayah barat memiliki tradisi tersendiri dalam memandang suatu hal, salah satunya tradisi barat dalam perbedaan antara liberalisasi dan sekularisme misalkan :

·         Dikatomi dan Dualisme
·         Material dan Spiritual
·         Dunia dan Akhirat
·         Bisnis dan Spiritualitas

Dalam masalah ini kita dapat mendekati bisnis dengan tasawuf dengan 3 cara :

·         Agama
·         Psikologi
·         Bisnis

Festival UNIDA Gontor


 LOGO FESTIVAL UNIDA GONTOR
Logo Festival Unida Gontor

Festival UNIDA Gontor sebuah acara baru yang diadakan oleh kampus Universitas Darussalam Gontor dalam waktu dekat. Acara bernamakan PORSEKAM (Pekan Olahraga, Seni dan Kreatifitas Mahasiswa) sebelumnya ini memiliki ruang lingkup yang lebih luas, PORSEKAM hanya melibatkan mahasiswa kampus pusat, sedangkan Festival UNIDA Gontor melibatkan seluruh kampus cabang guna menguatkan ukhuwah sesama kampus UNIDA.

Jumat, 09 Januari 2015

Persaudaraan

Di ruang persegi dengan ukuran 2 x 2 meter yang sederhana terlihat lemari yang terpenuhi dengan buku-buku, seorang remaja sedang khusyuk melantunkan kalam ilahi, tak lama sebelum temannya memanggilnya, saya pun kurang mengerti apa yang temannya katakan. Remaja ini bernama Alfi seorang santri yang berasal dari daerah di ujung pulau sumatra tepatnya Propinsi Lampung, dia saat ini sedang belajar di sebuah Pondok Salafi di Tulung Agung.

Hari itu untuk pertama kalinya saya melihat dengan mata saya sendiri bagaimana sebenarnya pondok salafi, memang orang-orang disana di didik untuk mengenal agama seutuhnya. Satu yang merupakan ciri khas pondok salafi mereka hampir dalam semua kegiatannya menggunakan kain sarung bahkan dalam bermain bola pun mereka menggunakan kain sarung.

Selasa, 06 Januari 2015

UNIDA Gontor

 UNIDA Gontor
Sunyi, begitulah keadaan di kampus Universitas Darussalam Gontor yang sebagian besar mahasiswa nya berlibur setelah selesai melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Memang benar mahasiswa UNIDA tidak sebanyak mahasiswa di Universitas lainnya tetapi Universitas ini mewajibkan mahasiswa nya untuk tinggal dan menetap di dalam kampus dan inilah salah satu alasan yang membuat kampus UNIDA begitu ramai setiap saat.

Kampus UNIDA baru diresmikan dengan nama Universitas Darussalam Gontor pada tahun 2014 silam, yang sebelumnya bernama Institut Study Islam Darussalam atau sering disebut juga ISID. Butuh perjuangan memang untuk menyandang nama Universitas, bukan hanya untuk mendapatkannya bahkan untuk mempertahankannya pun sangat sulit, tapi disini para dosen UNIDA sendiri tidak pernah menyerah demi mewujudkan cita-cita para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang telah bertekat menjadikan Gontor sebagai Perguruan Tinggi yang mempelajari pendidikan islam 100% dan pendidikan umum 100%. Memang sulit untuk melakukan itu semua, tapi tak ada yang tidak mungkin, selama kita berjuang kita pasti bisa mewujudkannya.

Semester 4

 anak kuliahan
31 Desember 2014, tepatnya setela UAS usai, teman-teman saya menyambut perpulangan dengan sangat gembira. Satu persatu dari mereka pergi meninggalkan kampus UNIDA Gontor, saya hanya bisa berkata "semoga selamat di perjalanan kawan doaku menyertaimu jangan lupa oleh-olehnya". 
Liburan memiliki arti yang banyak tergantung pada pandangan seseorang yang melihatnya, saya sendiri pada liburan kali ini mencoba memperbaiki kuliah-kuliah saya yang kurang serius. Saya memiliki motivasi ingin seperti mereka yang berprestasi  dan mendapatkan beasiswa dengan jerih payah sendiri bukan di kasihani karna tidak mampu. Semoga semuanya bisa saya raih amien !
- See more at: http://cavalierjuhik.blogspot.com/2012/05/memasang-slide-out-egg-sosial.html#.VK0mgPmfgrc