Mahasiswa Pendidikan
Selasa, 24 November 2015
Sederhana itu indah
Demi Cinta
Seorang remaja berumur 19 tahun dengan tinggi 168 cm, duduk dengan gelisah saat itu waktu menunjukan pukul 23.15 kereta yang ia tumpangi terlihat sepi, semua orang mulai terlelap sehingga hanya suara roda yang bergesekan dengan rel kereta yang ia dengar. Sudah setengah perjalanan yang ia lewati tapi dia tetap tidak bisa menidurkan dirinya, ia paham dan ini biasa terjadi jika ia sudah naik kereta. Tujuannya suatu tempat yang tak pernah ia datangi, Cikarang ya itulah tempat yang ia tuju sekarang, tempat sang buah hati menetap, ia ingin bertemu dengan sang kekasih walau tempatnya asing baginya itu tak masalah, yang menjadi masalah jika tak bertemu sang pujaan hati. Lemah Abang stasiun tujuannya sudah terlihat didepan, waktunya untuk turun dan melanjutkan
Selasa, 09 Juni 2015
RENUNGAN DIRI
Pendidikan Agama Islam (PAI) satu program studi yang saya ikuti
saat ini, ntah mengapa kegelisahan datang saat saya memikirkan program studi
yang saya ikuti, bukan karena ada unsur liberalisme bukan, justru jikalau soal
liberalisme disini lah tempat yang paling aman dan jauh dari itu semua. Mengapa
saya bisa berbicara dengan keyakinan yang sangat besar seperti ini, karena
kampus yang menjadi tempat saya belajar adalah Universitas Darussalam Gontor
yang mana Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. seorang yang paling
memerangi liberalisme menjadi wakil rektor pertama di kampus ini, salah satu
karyanya ialah MISYKAT yang sangat mengkritisi pemikiran-pemikiran liberalisme.
Gelisah yang tak kunjung hilang, pertanyaan dari diri sendiri yang tak
kunjung bisa terjawab, menjadi beban tersendiri bagi
pundak yang rapuh. Apakah saya bisa menjawab pertanyaan orang-orang kelak mengenai agama islam?apakah saya sudah lebih baik dari pada mereka?, setelah mengikuti ujian akhir semester saya baru menyadari bahwa memang saya belum siap untuk itu semua.
pundak yang rapuh. Apakah saya bisa menjawab pertanyaan orang-orang kelak mengenai agama islam?apakah saya sudah lebih baik dari pada mereka?, setelah mengikuti ujian akhir semester saya baru menyadari bahwa memang saya belum siap untuk itu semua.
Jumat, 16 Januari 2015
Membangun Etika Bisnis Ala Sufi

Wilayah
barat memiliki tradisi tersendiri dalam memandang suatu hal, salah satunya
tradisi barat dalam perbedaan antara liberalisasi dan sekularisme misalkan :
·
Dikatomi
dan Dualisme
·
Material
dan Spiritual
·
Dunia
dan Akhirat
·
Bisnis
dan Spiritualitas
Dalam
masalah ini kita dapat mendekati bisnis dengan tasawuf dengan 3 cara :
·
Agama
·
Psikologi
·
Bisnis
Festival UNIDA Gontor
![]() |
| Logo Festival Unida Gontor |
Festival UNIDA Gontor sebuah acara baru yang diadakan oleh kampus Universitas Darussalam
Gontor dalam waktu dekat. Acara bernamakan PORSEKAM (Pekan Olahraga, Seni dan
Kreatifitas Mahasiswa) sebelumnya ini memiliki ruang lingkup yang lebih luas,
PORSEKAM hanya melibatkan mahasiswa kampus pusat, sedangkan Festival UNIDA
Gontor melibatkan seluruh kampus cabang guna menguatkan ukhuwah sesama kampus
UNIDA.
Jumat, 09 Januari 2015
Persaudaraan
Hari
itu untuk pertama kalinya saya melihat dengan mata saya sendiri bagaimana
sebenarnya pondok salafi, memang orang-orang disana di didik untuk mengenal
agama seutuhnya. Satu yang merupakan ciri khas pondok salafi mereka hampir
dalam semua kegiatannya menggunakan kain sarung bahkan dalam bermain bola pun
mereka menggunakan kain sarung.
Selasa, 06 Januari 2015
UNIDA Gontor
Sunyi, begitulah keadaan di kampus
Universitas Darussalam Gontor yang sebagian besar mahasiswa nya berlibur
setelah selesai melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Memang benar mahasiswa
UNIDA tidak sebanyak mahasiswa di Universitas lainnya tetapi Universitas ini
mewajibkan mahasiswa nya untuk tinggal dan menetap di dalam kampus dan inilah
salah satu alasan yang membuat kampus UNIDA begitu ramai setiap saat.
Kampus UNIDA baru diresmikan dengan
nama Universitas Darussalam Gontor pada tahun 2014 silam, yang sebelumnya
bernama Institut Study Islam Darussalam atau sering disebut juga ISID. Butuh
perjuangan memang untuk menyandang nama Universitas, bukan hanya untuk
mendapatkannya bahkan untuk mempertahankannya pun sangat sulit, tapi disini
para dosen UNIDA sendiri tidak pernah menyerah demi mewujudkan cita-cita para
pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang telah bertekat menjadikan
Gontor sebagai Perguruan Tinggi yang mempelajari pendidikan islam 100% dan
pendidikan umum 100%. Memang sulit untuk melakukan itu semua, tapi tak ada yang
tidak mungkin, selama kita berjuang kita pasti bisa mewujudkannya.
Langganan:
Postingan (Atom)


