- See more at: http://cavalierjuhik.blogspot.com/2012/05/memasang-slide-out-egg-sosial.html#.VK0mgPmfgrc

Jumat, 09 Januari 2015

Persaudaraan

Di ruang persegi dengan ukuran 2 x 2 meter yang sederhana terlihat lemari yang terpenuhi dengan buku-buku, seorang remaja sedang khusyuk melantunkan kalam ilahi, tak lama sebelum temannya memanggilnya, saya pun kurang mengerti apa yang temannya katakan. Remaja ini bernama Alfi seorang santri yang berasal dari daerah di ujung pulau sumatra tepatnya Propinsi Lampung, dia saat ini sedang belajar di sebuah Pondok Salafi di Tulung Agung.

Hari itu untuk pertama kalinya saya melihat dengan mata saya sendiri bagaimana sebenarnya pondok salafi, memang orang-orang disana di didik untuk mengenal agama seutuhnya. Satu yang merupakan ciri khas pondok salafi mereka hampir dalam semua kegiatannya menggunakan kain sarung bahkan dalam bermain bola pun mereka menggunakan kain sarung.

Rasa bingung terlihat di wajah Alfi saat melihat diriku yang mencari nya, mungkin wajah saya asing baginya setelah tak berjumpa hampir 15 tahun lamanya, “Baits ana’e bik mun Bengkulu” kata yang terlontar dari mulut ku menjawab kebingungan yang ada di wajahnya. Kata “bik Mun” Muna Wati adalah ibuku yang merupakan adek dari bapaknya Alfi. Kebingungan menghilang sebuah pelukan datang menyambutku, kebahagiaan tampak di wajahnya hingga matanya terlihat lembab.


Sejak lama kami sekeluarga berkunjung ke tempat kediaman Alfi dan keluarganya sejak itu lah pertama kali kami bertemu dan bermain bersama hingga saat ini Alhamdulillah kami dipertemukan kembali, saat dimana kami sama-sama berjuang menuntut ilmu di tempat yang berbeda di daerah orang. Sebuah pepatah arab mengatakan Seandainya tidak ada ilmu nescaya manusia itu seperti binatang”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

- See more at: http://cavalierjuhik.blogspot.com/2012/05/memasang-slide-out-egg-sosial.html#.VK0mgPmfgrc