Pendidikan Agama Islam (PAI) satu program studi yang saya ikuti
saat ini, ntah mengapa kegelisahan datang saat saya memikirkan program studi
yang saya ikuti, bukan karena ada unsur liberalisme bukan, justru jikalau soal
liberalisme disini lah tempat yang paling aman dan jauh dari itu semua. Mengapa
saya bisa berbicara dengan keyakinan yang sangat besar seperti ini, karena
kampus yang menjadi tempat saya belajar adalah Universitas Darussalam Gontor
yang mana Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil. seorang yang paling
memerangi liberalisme menjadi wakil rektor pertama di kampus ini, salah satu
karyanya ialah MISYKAT yang sangat mengkritisi pemikiran-pemikiran liberalisme.
Gelisah yang tak kunjung hilang, pertanyaan dari diri sendiri yang tak
kunjung bisa terjawab, menjadi beban tersendiri bagi
pundak yang rapuh. Apakah saya bisa menjawab pertanyaan orang-orang kelak mengenai agama islam?apakah saya sudah lebih baik dari pada mereka?, setelah mengikuti ujian akhir semester saya baru menyadari bahwa memang saya belum siap untuk itu semua.
Ketika semua orang tertawa melihat soal yang diberikan sepertinya hanya saya sendiri yang hanya bisa diam, padahal soalnya memang mudah tapi kesadaran saya untuk belajar, membaca, keingin tahuan, dan berkembang menjadi lebih baik lagi sangat susah. Saya iri melihat teman-teman saya yang
pintar, berusaha, dan rajin mereka sangat
menikmati ketika mengikuti ujian beda halnya dengan saya yang seakan ujian merupakan
beban dan masalah yang sangat besar. pundak yang rapuh. Apakah saya bisa menjawab pertanyaan orang-orang kelak mengenai agama islam?apakah saya sudah lebih baik dari pada mereka?, setelah mengikuti ujian akhir semester saya baru menyadari bahwa memang saya belum siap untuk itu semua.
Ketika semua orang tertawa melihat soal yang diberikan sepertinya hanya saya sendiri yang hanya bisa diam, padahal soalnya memang mudah tapi kesadaran saya untuk belajar, membaca, keingin tahuan, dan berkembang menjadi lebih baik lagi sangat susah. Saya iri melihat teman-teman saya yang
Saya ingin seperti mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang berarti
untuk hidup mereka bukan hanya sekedar mengurus kehidupan duniawi semata
melainkan kehidupan akhirat pun tak luput mereka kerjakan. Saya merasa menjadi
orang yang merugi karena hari ini tidak bisa lebih baik dari pada hari kemaren.
Semoga kedepannya saya menjadi orang yang lebih baik lagi amin ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar