Seorang remaja berumur 19 tahun dengan tinggi 168 cm, duduk dengan gelisah saat itu waktu menunjukan pukul 23.15 kereta yang ia tumpangi terlihat sepi, semua orang mulai terlelap sehingga hanya suara roda yang bergesekan dengan rel kereta yang ia dengar. Sudah setengah perjalanan yang ia lewati tapi dia tetap tidak bisa menidurkan dirinya, ia paham dan ini biasa terjadi jika ia sudah naik kereta. Tujuannya suatu tempat yang tak pernah ia datangi, Cikarang ya itulah tempat yang ia tuju sekarang, tempat sang buah hati menetap, ia ingin bertemu dengan sang kekasih walau tempatnya asing baginya itu tak masalah, yang menjadi masalah jika tak bertemu sang pujaan hati. Lemah Abang stasiun tujuannya sudah terlihat didepan, waktunya untuk turun dan melanjutkan
perjalanan menaiki angkutan umum. Entah kenapa hati serasa sakit, sakit bukan berarti ada yang menyakiti hanya saja saat ingin bertemu dengannya perasaan terasa kacau, gugup, dan susah untuk di tafsirkan. Ia telah melihat pujaan hatinya dari kejauhan tentu tak asing lagi baginya tapi kebahagian ini susah di gambarkan, datang dengan tersenyum sedikit merunduk mengulurkan tangan dan mencium tanganku, iya memang sang lelaki itu aku Muhammad Almunba'its dan dia Nur Halimah sang pujaan hati. Dia terlihat malu pertama kali melihatku, tapi wajah itu yang membuatku selalu ingin memandangnya. Cinta tak memandang jarak, cinta tak memandang ras, cinta tak memandang suku, cinta datang dari hati untuk saling melengkapi, cinta datang tak terkira, jangan engkau samakan cinta dengan hawa nafsu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar